Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Aku Mampu

Kau berpapasan dengan wanita itu Saat itu ia memberikan senyuman terbaiknya untukmu Tanpa kau ketahui sebelumnya Pernah ada hati yang dinomor sekiankan agar senyum itu kembali tercipta Ada air mata yang ditumpahkan sendirian di balik heningnya malam, demi melupakanmu Ada jiwa yang tertahan bahagianya karena tidak bisa merelakan kenyataan prihal kehilanganmu Namun, wanita itu telah bangkit bangkit dari  sakit yang kau ciptakan saat ia sedang cinta-cintanya. Wanita itu adalah aku Yang pernah berusaha keras melupakanmu Dan ternyata, aku mampu. -Fakir Aksara 2018

Yang Tidak Tersampaikan

Ternyata, levelku menyukaimu sudah sampai tahap tak bersuara Level dimana, bagiku, ada yang lebih dalam daripada mengumbar-umbar rasa Yaitu, berteriak dalam diam Diam-diam selalu memintamu Sendirian, dalam sepertiga malam Egois? tentu bukan Itu salah satu usahaku mencintaimu Ohya, satu hal lagi yang perlu kau ingat Manusia tidak perlu selalu tahu tentang hatimu Yang terpenting DIA tau Ceritakan padanya, apa maumu. -Fakir Aksara 2018

Bulan dan Matahari

Sudah tau ini waktu siang, mengapa terus-terusan   kau harap kehadiran bulan? Ya memang tidak ada yang salah dalam sebuah penantian Apapun yang kau tunggu, aku harus menghargai itu Namun apa tidak salah? Sadar atau tidak sengaja? Terangnya matahari tak mengalihkan pandanganmu? Mengapa hanya bulan yang kau hiraukan? Padahal ada matahari yang menemani harimu Aku bukannya membenci bulan, namun mengapa kau harus menunggunya saat siang Disaat cahayanya sedang terang-terangnya Tunggu saja saat senja, saat sinarnya mulai melemah dan padam Saat ia siap meninggalkanmu namun tetap memberikan terindahnya Yang nyatanya sinar itu akan selalu kembali esok hari Dengan cahaya yang sama tanpa berkurang sedikitpun Satu hal yang perlu kau catat Cahaya bulan berasal dari matahari Lalu,Tidakkah kamu menghargai apa arti matahari? -Fakir Aksara 2018