Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Maaf, Teman!

Maaf teman, aku bukan tipikal yang bisa baik-baik saja jika kau kecewakan kau boleh tanya seribu satu hal yang bisa membuatku marah di dunia apa yang paling tidak bisa ku terima? jawabannya sudah pasti dikecewakan teman yang sudah kupercaya sekali lagi maaf aku hanya manusia biasa yang tak selalu bisa menutupi marah seringkali aku membuat situasi makin parah bukan aku tidak dewasa namun soal persahabatan, aku sungguh perasa bagiku, maafmu tak perlu lagi sebab aku memaafkanmu sedari jauh hari t api harus kau ingat prihal disakiti seorang kawan aku memang tak pandai untuk melupakan Fakir Aksara - 2019

Kamu Keren!

Aku suka pada lelaki itu yang tidak mengeluh bosan ketika ku ajak melihat pameran kesukaanku Aku suka pada lelaki itu yang bisa menikmati segala rasa dalam karya yang bahkan tak ia tahu Mungkin benar adanya jika kau tertarik dengan satu orang maka kau akan mulai mencintai apa yang disukainya Kepada ia lelaki yang menghargai tiap karyaku kepada ia lelaki yang menikmati segala coretan Aku jatuh hati padamu kamu yang antusias mendengarkan keluh kesah tentang senin sampai jumatku Semoga kau sehat selalu ya Agar aku selalu tau ketika banyak yang meremehkanku aku tahu karya ini untuk siapa Fakir Aksara - 2019

JOGJAKARTA!

Jogjakarta banyak yang bertanya mengapa aku tak memilihmu sebagai tempatku menuntut ilmu selain karena orang tua yang selalu ingin dekat denganku bagiku jika aku di sana kepada kota mana lagi aku melepas semua? jika aku di sana kota mana yang pantas kurindu selain Jogjakarta? kemana aku lari jika aku bosan dengan Jakarta? Jogja bagiku adalah obat disaat jakarta membuatku penat biar saja jogja hanya menjadi pelipurku dari kerasnya jakarta tempat asalku agar ia akan tetap selalu ada dalam daftar destinasi liburanku Fakir Aksara - 2019

Melupakanmu Seutuhnya?

Bicara sakit mungkin aku harus malu jika mengaku sebagai yang paling rumit padahal di luar sana, lebih banyak yang kisah cinta yang jauh lebih sulit Semesta sudah banyak bicara tolong jauhkan kamu! katanya namun selalu kubantah dalam batin "aku percaya tentang arti menunggu" jawabku yakin Hingga luka ahirnya satu persatu lelah menghampiri lama-lama berkumpul menguasai diri lalu aku bertanya pada hati wahai hati, pantaskah engkau kecewa berkali-kali? Sementara sebagian dariku berkata relakah engkau mengorbankan dirimu pada sesuatu yang tidak pernah kau tau pasti apa? sudikah kamu menghabiskan waktumu untuk menunggu hal yang tidak jarang memberimu arti luka? kamu terlalu santai untuk memaafkan kesalahanmu untuk jatuh cinta pada yang tak membuatmu bahagia! dirimu adalah kuasamu, kau berhak untuk tertawa walau tidak bersamanya. Lalu diriku tersadar, ini waktu yang tepat untuk benar-benar melupakanmu seutuhnya, benar, seutuhnya. Fakir Aksara - 2019...

Kau dalam Rima

Luka secara sempurna merangkaimu dalam kata mendeskripsikanmu walau tak pernah kusebut nama beruntunglah engkau yang kucintai dalam rima sebab senyummu terlalu bahaya untuk para wanita memang benar aku tak sempat memilikimu dalam tawa namun setidaknya aku pernah menceritakanmu lewat luka t epat pada nada yang tak bersuara yang kunyanyikan dalam bait - bait aksara Bagiku kau bukan hanya sekedar pencipta lara kau adalah sebagian yang membuatku dewasa membuatku paham bahwa dalam cinta ada kecewa seperti layaknya tangan yang bertepuk sebelah saja dan aku harus terus belajar menerima jangan berharap pada apa yang tidak ditakdirkannya Fakir Aksara - 2019