Melupakanmu Seutuhnya?
Bicara sakit
mungkin aku harus malu jika mengaku sebagai yang paling rumit
padahal di luar sana, lebih banyak yang kisah cinta yang jauh lebih sulit
Semesta sudah banyak bicara
tolong jauhkan kamu! katanya
namun selalu kubantah dalam batin
"aku percaya tentang arti menunggu" jawabku yakin
Hingga luka ahirnya satu persatu lelah menghampiri
lama-lama berkumpul menguasai diri
lalu aku bertanya pada hati
wahai hati, pantaskah engkau kecewa berkali-kali?
Sementara sebagian dariku berkata
relakah engkau mengorbankan dirimu pada sesuatu yang tidak pernah kau tau pasti apa?
sudikah kamu menghabiskan waktumu untuk menunggu hal yang tidak jarang memberimu arti luka?
kamu terlalu santai untuk memaafkan kesalahanmu untuk jatuh cinta pada yang tak membuatmu bahagia!
dirimu adalah kuasamu, kau berhak untuk tertawa walau tidak bersamanya.
Lalu diriku tersadar, ini waktu yang tepat untuk benar-benar melupakanmu
seutuhnya,
benar,
seutuhnya.
mungkin aku harus malu jika mengaku sebagai yang paling rumit
padahal di luar sana, lebih banyak yang kisah cinta yang jauh lebih sulit
Semesta sudah banyak bicara
tolong jauhkan kamu! katanya
namun selalu kubantah dalam batin
"aku percaya tentang arti menunggu" jawabku yakin
Hingga luka ahirnya satu persatu lelah menghampiri
lama-lama berkumpul menguasai diri
lalu aku bertanya pada hati
wahai hati, pantaskah engkau kecewa berkali-kali?
Sementara sebagian dariku berkata
relakah engkau mengorbankan dirimu pada sesuatu yang tidak pernah kau tau pasti apa?
sudikah kamu menghabiskan waktumu untuk menunggu hal yang tidak jarang memberimu arti luka?
kamu terlalu santai untuk memaafkan kesalahanmu untuk jatuh cinta pada yang tak membuatmu bahagia!
dirimu adalah kuasamu, kau berhak untuk tertawa walau tidak bersamanya.
Lalu diriku tersadar, ini waktu yang tepat untuk benar-benar melupakanmu
seutuhnya,
benar,
seutuhnya.
Fakir Aksara - 2019
Komentar
Posting Komentar