Pulang


Bagiku, part paling menyedihkan dalam suatu perjalanan adalah pulang
Walau sejatinya setiap yang pergi akan kembali
Pulang tetap punya porsi lukanya tersendiri

Aku bisa saja terlihat baik-baik saja saat meninggalkanmu pergi
Tapi lain dengan masalah hati
Hati manapun tak pernah bisa merasa baik-baik saja saat meninggalkan apa yang sudah digenggam

Tapi, aku harus pulang
Walau kau memang persinggahan ternyaman dalam jurnal perjalananku
Bagaimanapun juga, rumahku tetap senyaman-nyamannya tempat tinggal

Terimakasih telah ada dalam perjalananku
Terimakasih sudah mengajari
Bahwa yang nyaman, bukan berarti tak terpisahkan
Pahamilah, kau juga punya rumah.

Sampai berjumpa kembali

-Fakir Aksara, 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ssttt