APRIL
Sengaja meninggalkanmu bukan berarti aku menyiksa diriku
sendiri
Mungkin memang, ada luka yang entah sampai kapan susah diobati
Namun robeknya akan tetap bertambah besar
Jika aku hanya bertahan terus menerus untuk sabar
Sekian lama aku menahan perih
Demi ego yang tak kunjung ku raih
Maka dari itu aku pamit
Walau lukanya haruus kutelan seumpama obat terpahit
Benar adanya, mencintai sendirian tidak semudah itu
Hanya dalam ekspektasimu semua bersatu
Padahal kenyataannya akan tetap sama
Ia tidak pernah membalas apa yang kau rasa
Aku pamit bukan karena menyerah
Namun karena ini adalah titik terparah
Menjadikanmu satu-satunya
Namun kau menganggapku seperlunya
Sampai sini saja
Fotomu, tidak akan lagi kutatap lama-lama
Percakapan kita, tak lagi kutunggu
Namamu, tak ada senyum saat lagi ku mendengarnya
Sudah cukup aku menutup diriku rapat
Berasumsi bahwa kamu adalah yang paling tepat
Cukup aku berlari mengejarmu
Cukup aku menjauhi bahagiaku
Walau di hati ini kau masih punya ruang
Akan pelan-pelan ku buat hilang
Tak sepenuhnya, tak apa
Asal tidak lebih dari kawan saja
Dipaksa terpisah dengan kebiasaan
Mungkin hal ini yang kurindukan
Mengubah kebiasaan lama
Akan kucoba dengan segala rela
Aku tidak menyalahkanmu prihal apapun
Semua orang berhak memilih siapapun
Sama halnya dengan perasaanku
Berhak bahagia walau tanpamu
Terimakasih telah mengajarkanku
Bahwa jatuh cinta tak selamanya menyenangkan
Akan ada kalanya kita harus terkalahkan
Oleh sakitnya kenyataan-kenyataan
Sampai sini, aku titip rinduku
Biarkan walau tak berujung temu
Anggap saja ini rindu terakhir
Dari orang yang pernah mampir
Pada april, aku harus kembali
Semua hal bukan untukmu lagi
Sampai jumpa kembali
Saat hatiku bukan tentangmu lagi
-Fakir Aksara , 2019
Komentar
Posting Komentar